Kayanya klo kita sudah terbiasa dengan sesuatu hal, rasanya maleeeessss bgt ya buat memulai hal baru. Kayanya ada aja alasan untuk menghindari hal baru tersebut. Seribu satu alasan dan tingkah laku kita utarakan dan lakukan supaya kita tidak harus melangkah atau melakukan hal baru dan tetap bisa berada di zona nyaman keadaan kita selama ini.
Terus klo kaya gitu terus, kapan kita majunya??
Pertanyaan itu pasti muncul juga pada diri kita, cepet atau lambat. Yang menjadi masalah selanjutnya apakah pertanyaan itu hanya akan menjadi pertanyaan retorika atau kita bisa memprosesnya dan menemukan jawaban yang bersolusi, bukan hanya jawaban yang mengambang seperti : "Tenang...semua ada waktunya..tar jg klo dah waktunya kita bakal siap dan bakal maju..."
Ah bullshit !!
Masa mau nunggu sang penjaga waktu menghampiri kita dan mengatakan bahwa sekarang atau besok atau minggu depan atau malah beberapa tahun mendatang adalah WAKTUnya kita untuk berubah, melangkah ke hal baru dan berkembang untuk maju?? gak mungkin banget lah...sang penjaga waktu hanya akan memastikan waktu terus berjalan, masa bodo dengan "klien" yang "membeli" waktu kepadanya.
Ya..kitalah yang membeli waktu untuk hidup kita. Kita membelinya dengan nyawa, kehidupan, dan kesehatan yang kita miliki. Semakin banyak waktu yang kita habiskan untuk "dinikmati" semakin sedikit nyawa, kehidupan, dan kesehatan yang kita miliki. Klo gak percaya liat aja orang-orang sekitar kita. Mereka yang menikmati waktunya hanya untuk fun tanpa berpikir panjang mayoritas kehilangan kesehatannya atau bahkan "menyelesaikan" hidupnya lebih cepat daripada yang lainnya. Kitalah yang membeli waktu untuk hidup kita dari sang penjaga waktu.
Klo sudah tahu begitu terus kita mau ngapain? Waktu yang sudah kita beli dengan "harga" yang sangat mahal itu terus mau diapain? Apakah akan dinikmati dengan melakukan hal-hal yang sama, itu-itu terus, meskipun sangat menyenangkan? Itu semua pilihan Anda.
Gak salah juga ada yang bilang waktu hidup kita itu singkat, so manfaatkan dengan hal-hal yang bikin kamu seneng. Tapi klo seneng-seneng terus, apalagi seneng-senengnya untuk diri sendiri doang, apakah menurut kalian baik juga? Klo aq personal sih bakal bilang kagak. Waktuku tetap akan kunikmati dengan segala penderitaan, beban, kesedihan, dan berbagai hal yang tidak menyenangkan lainnya, hanya saja aq yang mengubah pemikiranku dengan menganggap semuanya akan berakhir dengan kesenangan.
Aneh y? Bagaimana mungkin semua hal tidak menyenangkan yang kusebutkan sebelumnya akan berakhir dengan ataupun dalam kesenangan? Jawabannya BISA, asalkan seseorang tersebut berani keluar dari zona nyamannya selama ini.
Tiap masalah yang kita hadapi sebenernya mampu membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik, hanya saja sering kali ketika masalah itu muncul, kita sudah merasa "down", nge'blank, malah ada yang merasa takut dan malah bersembunyi dibalik kesibukannya selama ini. Cobalah untuk menghadapi masalah yang datang pada kita dengan mencari solusi yang baik, bukan dengan bersembunyi atau melarikan diri. Kalo bingung gimana caranya, gampang...cobalah merenung dan melihat proses apa yang terjadi sebelum masalah itu muncul, lalu tanyakan pada diri kita :
" Beranikah kita keluar dari kegiatan-kegiatan, pola pikir, dan kebiasaan-kebiasaan kita selama ini demi menemukan solusi tersebut? "
Keberanian untuk berpikir dan melangkah dari rutinitas selama ini akan sangat membantu kita untuk mengenal kehidupan lain. Dari sudut pandang lain itulah kita bisa melihat masalah dengan lebih jernih serta menikmati waktu hidup kita dengan cara dan kesan yang berbeda.
Beranilah untuk keluar dari kotak kehidupan selama ini, agar sang penjaga waktu pun dapat dengan senang hati memberikan harga murah untuk paket waktu hidup yang panjang kepada kita...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar