Tunanganku baru aja cerita klo ternyata konsep dasar komunitasnya (yg skrg telah dikembangkan menjadi perusahaan)membuat suatu terobosan dgn memberikan layanan sms utk menjawab semua pertanyaan Anda mengenai cinta. Dari segi bisnis cukup unik dan akan menjadi keuntungan besar bagi perusahaan tersebut, juga bisa menjadi bantuan extra bagi mereka yang memang membutuhkannya.
Tapi ketika dilain kesempatan, salah satu anggota komunitas aq bercerita bahwa dia merasa dipermainkan oleh seorang cowo yg mendalami konsep dasar komunitas tunanganku itu. Jujus aja, aq bingung dan kagett jg, kok bisa konsep yang bagiku sendiri ckp unik itu menghasilkan orang seperti dya. Karena aku berusaha netral, q tanyalah tmnku ini batasan/maksudnya dya dgn mengatakan "dipermainkan"..
Singkat punya cerita, tmnku - sebutlah Y - diperlakukan manis yg membuat Y jatuh cinta dan mau berubah bahkan hingga terkesan memaksakan diri utk berubah hanya demi si cowok - sebut saja L. Y dan L telah melalui masa-masa indah, L memperlakukan Y dgn begitu manisnya, hingga ke kontak fisik (tidak hingga ML ya..), yah selayaknya org pacaran, namun meskipun demikian sekian lama menjalani hubungan seperti itu, tetap tidak ada ketegasan dari L utk status hubungan mereka. Y yang merasa digantungkan akhirnya menanyakan status hubungan mereka dan dijawab L bahwa dirinya memang menganggap Y adalah pacarnya, namun ketika Y pulang dr luar kota utk dinasnya selama beberapa hari dan meminta L utk bertemu, ternyata L malah mendiamkan Y, L malah sibuk dgn tmn2 komunitasnya. Dan hingga terakhir Y bercerita padaku L tidak pernah ngontak Y lagi..
Cerita lain muncul dari sahabatku R. Dia pernah q ajak utk ikut dalam komunitas tunanganku itu, sejak saat itu dia merasa terganggu oleh para cowok yg berusaha mendekatinya, termasuk si L tersebut. Sms terus menerus yang berisi pertanyaan seperti "sedang apa?" "lagi sibuk gak?" hingga ke pernyataan untuk mengajak jalan di malam minggu, serta menelpon R hanya untuk berbasa-basi, dianggap sebagai suatu hal yang mengganggu bagi R. Mungkin bagi beberapa cewe akan iri mendengar R diperhatikan sampai segitunya, hanya saja para cowok ini sudah kelewatan, karena dgn jelas R mengatakan bahwa dia sudah ada pacar. Semakin ditolak malah semakin menjadi.Belum lagi kenyataan bahwa F (salah satu "fans" R) ternyata sudah punya pacar, plus si L yang ternyata mendekati N seperti cerita sebelumnya.
Dari cerita-cerita itu aku jadi bingung..Aku tau bahwa yang salah bukan konsep dasar komunitasnya, tapi mungkin penyampaiannya atau dasar manusianya aja yg ngaco kali ya? Mnrt tunanganku sih ada beberapa alasan, salah satunya adalah bahwa untuk mendapatkan ilmu akan konsep tersebut, seseorang harus merogoh kocek yang lumayan gede, so biar gak ragu, org tsb mencobanya. Ketika egonya sudah terangkat krn keberhasilannya menggaet wanita, org tersebut jadi "lupa diri".. Konsep yang seharusnya membantu malah menjadi belati bagi orang lain, khususnya para wanita yang polos...
Sekali lagi, aku tidak menyalahkan konsepnya, hanya menyayangkan penerapan di lapangannya. Aku memang tidak melakukan survey besar-besaran thd isu ini, hanya saja apa yang terjadi pada teman-temanku bisa dan akan sangat mungkin terjadi dalam hidup cewek (dan cowok manapun).
Lantas, pertanyaan selanjutnya: "Kalo gitu apa solusinya?"
Jawabannya ada di diri kalian masing-masing.
Mampukah kalian menyerap konsep apapun dan menyaringnya sesuai kebutuhan dan tidak digunakan hanya untuk ego semata?
Wink's