someday aku bejalan-jalan di sebuah kota asing seorang diri. setelah lelah seharian mengelilingi kota dan menikmati berbagai keindahan yang ada di dalam kota tersebut, aku memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum akhirnya aku kembali ke kotaku sendiri.
aku masuk ke sebuah cafe mungil yang hanya ada 4 meja di dalam ruangan tersebut. aku langsung memesan sepotong cheesecake yang tampak sangat menggiurkan dan segelas ice lemon tea yang aku yakin bisa menyegarkan soreku saat itu. setelah menunggu sejenak untuk mendapatkan pesananku, aku pun menempati salah satu meja kecil di pojokan yang menghadap ke arah bar. aku sengaja memilih tempat tersebut dengan harapan bisa beristirahat, rilex sejenak sambil mendengarkan alunan musikjazz yand dikeluarkan oleh sound system tepat di pojok bagian dalam ruangan.
tak berapa lama kemudian muncul 3 orang gadis muda memasuki cafe tersebut. jika dilihat dari penampilan mereka, umur mereka tidak terlampau jauh denganku, sekitar 25-27 tahunan. setelah memesan dan menunggu sejenak seperti yang aku lakukan radi, mereka pun mulai beranjak menempati sofa empuk dengan sebuah coffee table yang berada di sisi sebelah kiri mejaku.
semenit dua menit pertama aku tidak perduli dengan apapun yang mereka bicarakan, karena aku yakin pembicaraan mereka tidak akan jauh dari permasalahan cowok, kantor, atau barang-barang wanita yang biasa menjadi topik gosip wanita-wanita muda jaman sekarang. maka akupun mulai berusaha fokus ke majalah pariwisata yang disediakan oleh cafe tersebut bagi pengunjung yang ingin menikmati waktu sendiri seperti aku saat ini ataupun bagi pengunjung yang masih menunggu temannya.
tp tak lama kemudian aku malah lebih tertarik dengan pembicaraan mereka daripada majalah di tanganku. itu semua setelah mereka berteriak-teriak dan heboh sendiri, mau tak mau akupun melirik ke mereka dan jadi penasaran. awalnya aku hanya melirik protes dengan harapan mereka sadar bahwa tindakan mereka itu dapat mengganggu pengunjung lain yang kebetulan juga sudah menempati salah satu bangku kosong lainnya yang ada di cafe tersebut. tapi ternyata dasar anak-anak muda jaman sekarang, sepertinya tatapan protesku tidak memberi efek apapun padanya, mereka hanya terdiam sesaat lalu kembali asik dengan topik bahasan mereka.
setelah dua - tiga kali melirik protes dan tampak tidak ada respon dengan mereka, akhirnya aku menyerah dengan majalah yang aku baca. aku pikir percuma juga aku berusaha membaca artikel tentang negara Thailand beserta segala tempat-tempat tujuan wisata yang mereka tawarkan klo disebelahku ada tiga orang gadis muda sedang heboh sendiri. sepertinya mereka pun sudah lama tidak pernah bertemu jadi wajar klo mereka heboh menceritakan kehidupan mereka masing-masing.
yang menarik perhatianku saat itu adalah adanya pengakuan salah satu gadis bahwa saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan lima orang sekaligus. bayangkan LIMA pria dalam waktu bersamaan!! ckckck…salut sekali aku dengan dirinya. aku penasaran, secantik atau semenarik apakah si gadis hingga bisa dapat pacar 5 orang sekaligus? dan apakah para lelaki itu tidak merasa atau menyadari bahwa diri mereka sedang dipermainkan? lalu, bagaimana si gadis membagi waktunya untuk laki-laki itu, untuk keluarganya, dan juga untuk hidupnya sendiri, secara 1 minggu hanya ada 7 hari, apakah artinya dalam 1 minggu waktunya habis hanya untuk menemui 1 demi 1 pria yang ada dalam hidupnya? hmm…aku tau menguping pembicaraan orang lain adalah hal yang tidak sopan, namun ini adalah bahan pembicaraan yang menarik sekali untuk didengarkan. lagipula suruh siapa mereka heboh dengan topik tersebut hingga semua orang, termasuk pasangan yang baru menempati sofa kosong di sebrang kami bisa ikut mendengarkan.
si gadis pertama hanya memulai dengan pertanyaan simple “so, gimana hidup lo di kota X? gua penasaran ama maksud sms lo waktu itu…”. si gadis yang lainnya pun bertanya ” hah? sms apaan nih? kok gw gk dpt?”. si gadis terkahirpun akhirnya hanya tersenyum-senyum sendiri, namun senyumnya penuh arti.
“ayo dong, gw dah susah2 luangin waktu buat dateng kesini buat dengerin cerita elo. lo kudu cerita ampe tuntas!” seru nia, si gadis pertama tadi.
“hmm…apa ya yang bisa gw ceritain? puanjang bgt lho…bisa sampe malem lho..” jawab kiki, si gadis ketiga.
“gw sih gk ada masalah, toh bsk minggu, gw sih siap2 aja. lo ni?” ujar rara gadis kedua tadi.
“no problem jg. so skrg gk pake lama deh… gmn ceritanya lo bs sampe segila itu dengan macarin 5 cowo dalam waktu berbarengan. emang mereka gk tau klo lo dah punya pacar and mereka itu hanya dijadiin selingkuhan?” sembur nia penasaran. lalu dimulailah cerita kehidupan cinta si kiki, gadis petualang cinta.
semua dimulai dari kekecewaan kiki terhadap dirinya sendiri di masa lalu yang malah membuatnya menjadi sosok yang seperti saat ini. terkadang saking bencinya kita akan seseorng atau sesuatu, kita malah semakin menjadi seperti orang tersebut atau malah jadi menyukai sesuatu itu. dan hal itulah yang terjadi pada kiki. dia benci dirinya sendiri yang tidak pernah bisa mencintai orang lain secara penuh, sosok egois dan manja. kiki merupakan tipe wanita yang haus akan perhatian, terutama dari lawan jenis. ketika ada orang yang mau memanjakan dirinya, sudah pasti tidak akan dilepaskannya. ketika aku memperhatikan kiki lebih lanjut, secara fisik dia kategori wanita standart, bahkan lebih mencerminkan sifat tomboy, jauh dari image wanita manja dan lemah gemulai yang biasa menarik hati para pria. tapi aku yakin dia tau bagaimana caranya “mangikat” pria-pria dengan segala daya tarik yang dia miliki.
dari apa yang kudengar, ternyata kiki tinggal sendiri di sebuah kota X. dengan segala kelebihan yang dimilikinya, dalam waktu 3 bulan tinggal di kota asing tersebut, kiki sudah bs mendapatkan seorang pacar. memang dalam prosesnya kiki dibantu oleh temannya, karena pacarnya kali itu adalah teman dari temannya di kota asalnya dulu. tapi ternyata si pria tipe yang super cuek. meskipun kiki sudah berusaha berkali-kali menunjukkan perhatian dengan harapan mendapat perhatian yang sama, namun si pria tetep tidak bergeming, sehingga kiki yang selalu haus akan perhatian berusaha mendapatkan perhatian dari pria lain. dengan segala kekesalan dan emosi terhadap pacarnya, kikipun tidak tanggung-tanggung langsung mendapatkan 4 pacar lainnya hanya dalam waktu 2 minggu! baik aku, maupun dua teman lainnya, nia dan rara, hanya bisa geleng-geleng kepala tanda keheranan.
kiki bertutur bahwa 2 dr 5 pria yang menjadi pacarnya saat ini tahu bahwa dia sudah punya pacar namun tetap mau jadi selingkuhannya, sisanya tidak tau bahwa dia ternyata selingkuh. 3 dari 5 pria tersebut sebenarnya pernah di tolak oleh kiki, tapi entah kenapa masih berusaha untuk berada di sisi kiki, dan kiki yang senang mendapat perhatian kembali memberi sinyal dan akhirnya mereka pun berhubungan dengan status pacar atau pun selingkuhan.
dunia memang sudah gila, pikirku… apa sih yang dipikirkan oleh kiki? apakah sebegitu “desperado”nya dia dengan pacarnya sampai mau selingkuh dengan pria-pria sebanyak itu? apakah kiki termasuk tipe wanita yang takut komitmen, sehingga mencari pelarian ke pria-pria tersebut? sungguh tidak masuk akal…
tak terasa sudah dua jam aku stay di cafe tersebut. sudah dua kali pula si waiter datang ke mejaku untuk mengangkat piring kosong dan mengantar tambahan orderanku. waktupun sudah menunjukkan pukul 6 sore, sudah waktunya aku untuk kembali ke kota asalku daripada aku kemalaman. sayang aku sudah janji dengan seseorang keesokan harinya, jika tidak atau bahkan bisa dibatalkan, aku pasti akan stay lebih lama disini untuk mendengarkan cerita gadis-gadis tersebut, kalau perlu bahkan sampai mendatangi mereka dan ikut mendengarkan detail-detail tentang pembagian waktu yang harus kiki lakukan demi asas keadilan bagi pria-pria tersebut…
sungguh, hidup itu lucu dan hampir mendekati kegilaan. aku tidak bisa membayangkan diriku berada di posisi seperti kiki. orang seperti dia membutuhkan kepercayaan diri yang super tinggi, namun juga keahlian memanipulasi tingkat tinggi. yah mudah-mudahan saja kiki bisa menyadari kesalahannya dan tidak terjadi sesuatu yang malah bisa menghancurkan dirinya sendiri. aku hanya kawatir jika 3 pria yang tidak tau bahwa diri mereka diselingkuhi tiba-tiba mengetahui kenyataan tersebut, apa yang akan terjadi pada kiki? aku tak bisa dan tak mau membayangkannya…
hidup memang hanya sebentar dan harus dimanfaatkan dengan maksimal, namun apakah harus sampai seperti kiki? silakan direnungkan dan dijawab sendiri…