Agustus 28, 2010

5 Tanda Anda Tidak Bisa Kontrol Amarah

By Petti Lubis, Mutia Nugraheni - Jumat, 27 Agustus


VIVAnews - Ada perbedaan antara seseorang yang marah dengan yang bermasalah dalam mengontrol emosi. Dr. Redford Williams, profesor psikologi di Duke University Medical Center, Amerika Serikat dan penulis buku 'In Control' mengungkap lima perbedaannya.

Jika tanda-tanda berikut dialami oleh Anda sebaiknya berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog.

1. Marah besar karena masalah kecil

Marah bisa memiliki efek positif. "Seringkali amarah memberitahu kita untuk melakukan sebuah tindakan," kata Dr. Williams, seperti dikutip dari cbsnews.com. Tetapi, jika rasa marah muncul dan meledak-ledak hanya karena persoalan kecil, bisa jadi pertanda bahwa seseorang mengalami kesulitan dalam mengontrol emosinya.

2. Interupsi

Seseorang yang marah akan cenderung menjadi orang yang tidak sabar. Apalagi jika tidak bisa mengontrol amarahnya. Orang tersebut akan bermasalah untuk menunggu orang lain mengemukakan pendapatnya. Hal yang dilakukannya kemudian adalah selalu menginterupsi. Meskipun dia diam saja dan membiarkan orang lain bicara, sebenarnya ia tidak mendengarkan.

3. Selalu protes


Menurut Dr. Williams, orang yang menghabiskan waktu untuk mengeluh tentang pelanggaran dan kekurangan orang lain mungkin memiliki masalah dengan amarahnya. Beberapa orang marah dengan kata-kata kasar bicara soal politik, olahraga atau hal lain. Semua racun itu datang dari sumber yang sama yaitu amarah.

4. Sulit memaafkan

Hubungan personal bisa menjadi mimpi buruk ketika seseorang mengalami kesulitan memaafkan orang yang telah menyakitinya di masa lalu. Orang-orang dengan masalah amarah seringkali mengalami kesulitan dalam memaafkan orang lain. Sebaliknya, mereka terus frustrasi untuk kembali pada pengalaman menyakitkan dan kebencian setiap kali mengingat kesalahan tersebut.

5. Wajah memerah


Saat emosi meninggi, wajah bisa terlihat merah. Ketika wajah merah, jika diukur dengan termometer suhu tubuh dalam keadaan tinggi. Kemarahan adalah efek yang jelas dari tubuh dan pikiran. Bahkan, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang sering marah cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami stroke atau serangan jantung

Membaca Pikiran Pria dari Gesturnya

Selasa, 24/8/2010 | 10:06 WIB

KOMPAS.com - Tak perlu menunggu pria mengatakan maksud hati atau apa yang sedang dipikirkannya. Anda bisa mencoba memahami pikirannya dengan membaca gerak tubuh atau gestur secara kasat mata.

Dia sedang berbohong
Tandanya, si dia seringkali menggaruk hidung atau telinganya. Ketika pria merasa khawatir kebohongannya akan terungkap, detak jantungnya meningkat dan aliran darah naik ke hidung, telinga, dan dagu. Alhasil, kondisi ini membuat bagian tubuh tersebut menjadi gatal.

Jika sudah seperti ini, yang bisa Anda lakukan agar tak terjebak dengan kebohongannya adalah memasang wajah paling ramah. Lalu berikan si dia pertanyaan yang menunjukkan seakan-akan Anda penasaran. Jangan tunjukkan sikap menuduh, kata Leslie Seppinni, PsyD, terapis pernikahan dan keluarga di Los Angeles.

Anda juga perlu lebih sabar mendengarkan ceritanya, dari pertanyaan pancingan yang Anda buat. Lama-kelamaan dia akan terperangkap sendiri dalam kebohongannya, dan Anda menemukan fakta yang sebenarnya.

Dia membawa berita buruk
Tandanya, dia mengatupkan bibir. Ketika pria ingin mengeluarkan sesuatu hal dari dalam dirinya, mulutnya menjadi tegang. Lalu pria akan menekan bibirnya, yang menunjukkan dia tidak bisa memutuskan mana yang terbaik. Atau membuka mulutnya dan bicara apa adanya tentang kabar buruk, atau sebaiknya diam saja.

Anda bisa membuatnya mengaku mengenai perbuatannya yang buruk bagi hubungan. Katakan saja kepadanya bahwa dia terlihat sangat bingung, lalu berikan pertanyaan pancingan seperti "Mungkin ada yang ingin kamu bicarakan, kok terlihat bingung sekali?"

"Jangan tunjukkan reaksi berlebihan. Cobalah tunjukkan ekspresi netral agar pria tak mengubah niatnya untuk mengungkapkan berita buruk, meskipun nantinya akan mengecewakan Anda," kata Scott Haltzman, MD, pengarang buku The Secrets of Happy Families.

Egonya terusik

Ketika pria merasa tidak nyaman dan pertahanan dirinya terkoyak, dia akan memegang jam tangannya seakan-akan memperbaiki posisinya. Sikap ini menunjukkan pria memproteksi dirinya sendiri karena egonya mulai terusik.

Pria suka menjadikan dirinya seperti pahlawan. Jadi, ketika atasan atau pasangannya bersikap merendahkan dirinya, kepercayaan dirinya bisa jatuh.

"Ketika perasaan pria tersakiti, dia akan merasa kehilangan kekuatan dirinya," kata Haltzman. Ia menyarankan sebaiknya Anda memberikan waktu baginya untuk menyendiri dan mendapatkan kembali kontrol dirinya.

Dia bimbang dengan hubungannya

Tandanya, pria seperti menyembunyikan sesuatu di tangannya. Saat mulai mempertanyakan kelanjutan hubungannya bersama pasangan, dia juga akan menghindari intimasi.

"Cara pria mencari solusi dan membuat keputusan tentang hubungannya adalah dengan menciptakan jarak fisik dengan pasangan. Saat pria melakukan ini, dia sedang berproses dengan perasaannya," kata pakar body-language, Patti Wood.

Respons terbaik yang bisa Anda lakukan sebagai pasangannya adalah membuka dirinya. Posisikan diri Anda untuk siap menerima atau mendengar apapun yang ingin disampaikannya. Ajak dia bicara dan terbuka. Beruntung jika pria mau membuka dirinya. Jika pun tidak, berikanlah ruang dan waktu kepadanya untuk menyendiri dan memikirkan solusinya, kata Haltzman.

WAF

Editor: Dini

Sumber: womenshealthmag.com

Agustus 27, 2010

Love Your Body and Attract by YOURSELF

Pernah gak sih kalian bener-bener mencintai setiap detail dalam tubuhmu? Kayanya gak deh ya, padahal sebenernya sebelum kita bisa menerima diri kita apa adanya, pertama-tama kita perlu menerima tubuh kita secara fisikly, hingga kedetail-detail terkecilnya. Bayangin aja, klo kita sendiri aja udah gak suka ama apa yang ada di tubuh kita even hanya sebagian kecil aja, pasti kita jadi sering merasa tidak nyaman pas mau ngapa-ngapain. Akibatnya kita pasti sedapat mungkin menutupinya dan terkadang kita jadi terlalu fokus pada kekurangan itu sehingga kelebihan yang kita miliki malah tidak terlihat.

Itu bener lho… soalnya gw sendiri sempet ngalamin hal itu. Gw punya banyak bekas luka dan bekas jahitan di kedua kaki gw, dari paha ampe ujung kaki plus di bawah dagu gw, sampe-sampe tiap orang (terutama cowok) yang liat kaki gw selalu nanya n bilang “ïni kaki veteran perang ya?” or “ïni kaki cewek ato cowok sih?” even tu kata-kata diucapin sambil bercanda tp kan tetep aja JLEB !!! bikin sebel !! Belum lagi komen tentang ukuran paha gw yg terlihat kurang seimbang ama postur tubuh gw, akhirnya gw jd gk PD pake celana pendek keluar rumah.

Tp berkat tmn kosan gw, ke-PD-an gw muncul kembali n skrg gw cukup sering jln2 dgn celana pendek. Saat itu dia cmn blg 1 kalimat : “Halah, PD aja lagi, toh orang-orang belon tentu ngeliatin kaki elo!”. Setelah dipikir2 bener juga sih, belum tentu orang laen ngeliat or berfokus pada kaki gw. Selama ini saking takutnya dapet komen gitu gw jd gak berani pake celana pendek n terfokus menutupi bekas luka itu dengan nyoba berbagai macam krim kecantikan yang dijual bebas di luaran, bahkan sampe keluar masuk salon/klinik kecantikan yang pada akhirnya semua menyarankan buat di laser atau di operasi plastik yang nota bene butuh duit gede ya bow…

Secara pribadi sih gw lebih milih buat terima tu bekas-bekas luka sebagai bagian dari diri gw, hidup gw daripada ngabisin duit berjuta-juta untuk ngilangin tu bekas luka. Iya klo hasilnya bnr cespleng, tp klo ternyata ada efek samping n gw kudu keluarin duit gede lagi? Makasih deh… mending duitnya gw pake buat beli makanan or bantu sesama yang lebih membutuhkan. Iya kan?

Klo kalian kuatir bakal gk dpt cowo krn kekurangan fisik tersebut, don’t worry girls… gw yakin pasti akan ada seorang pria yang melihatmu bukan hanya dari sisi body doang, tp lebih pada karakter dan pembawaanmu, yang bisa menerima kita apa adanya termasuk semua kekurangan itu. Klo tu cowok gk bs terima kekurangan fisik kamu itu, lebih baik tinggalin aja deh, cowok di dunia ini masih banyak!!

Gw yakin kalian pasti mikir “ya iya lah wong masalahnya di kaki, lha klo di muka?!” Jawabannya sama kok jeng… Intinya adalah bagaimana kita mengolah pikiran kita untuk menerima semua kekurangan fisik kita dan mengalihkannya pada kelebihan yang kita miliki. Kita pun masih bisa menggunakan bantuan peralatan make up selama penggunaannya tidak berlebihan yang malah membuat kita terlihat mengerikan…gak mau kan klo kya gitu?!

Cara gampang buat mengolah pikiran kita adalah dengan meluangkan waktu barang 10 menit aja setiap hari, buat mencari apa sih kelebihan yang kamu miliki serta kira-kira cara apa aja yang bisa bikin kamu bebas nunjukin dan mengekspresikan kelebihan itu. Setelah itu katakana pada diri sendiri : “wahai badanku, sebesar apapun dirimu, seaneh apapun bentukmu, kamu adalah bagian dari diriku yang tidak akan pernah aku buang atau sia-siakan. Aku mencintai setiap detail dalam tubuhku.”

Sebenernya akan jauh lebih baik jika kamu lakukannya sebelum tidur krn segala pemikiran dan afirmasi yang kamu buat bakal tertanam di alam bawah sadarmu n terbawa hingga ke esokan harinya. Ketika lagi senggang, kmu pun bisa coba cari situasi seperti apa yang membuatmu merasa nyaman dengan dirimu sendiri ketika sedang berada di tempat umum dan ingatlah hal tersebut ketika kamu sedang merasa kurang PD. Kenyamanan pada diri sendiri mampu meningkatkan ke-PD-an seseorang and membuatnya tampak lebih menarik di mata lawan jenis kita.

Gampangkan? Selamat mencoba dan tetep semangat ya!

* WinK’s *

Agustus 26, 2010

Katakan YA jika Ya atau TIDAK jika Tidak


Mungkin sebagian orang mewujudkan kata-kata di atas merupakan hal yang mudah dan telah terbiasa melakukannya, namun sebagian lainnya merasa sangat susah untuk melakukan hal tersebut, entah karena terbentur perasaan tidak ingin menyakiti orang lain, takut salah, atau bahkan secara adat dianggap tidak sopan, sungkan, dan lain sebagainya. Karena hal-hal itulah maka sering kali orang-orang tertentu merasa susah untuk jujur padaq orang lain, bahkan bias dianggap plin-plan.

Padahal sebenarnya tindakan tersebut tidak hanya bentuk ketidak jujuran pada orang lain, tapi juga secara tidak langsung merupakan bentuk kebohongan pada diri sendiri, malah sering kali membuat kita menyesal sendiri setelahnya. Jika tindakan ini diteruskan, malka penyesalan demi penyesalan bias berbuntut pada kebencian pada diri sendiri dan membuat kita semakin jauh dari lingkungan sekitar.

Memang merupakan suatu perjuangan hingga kita bisa bersikap terbuka dan berani menunjukkan eksistensi kita. Mengapa saya katakan sebagai sebuah perjuangan ? ini lebih dikarenakan untuk bisa mewujudkannya kita terkadang perlu melalui tahap “bertarung” dengan diri sendiri dan sedikit memaksa diri kita untuk keluar dari lingkaran kenyamanan yang kita rasakan sampai saat kita menyadari perlunya bersikap tegas. Namun asalkan memiliki niat yang teguh dan terus membiasakan diri, maka hal tersebut tidaklah mustahil terjadi.

Yang perlu ditekankan pada diri kita adalah bahwa dengan mengatakan YA jika Ya atau TIDAK jika Tidak, artinya kita menghargai diri kita sendiri dan pilihan-pilihan hidup kita. Dengan mengatakan YA jika Ya atau TIDAK jika Tidak artinya kita pun berani menunjukkan pribadi kita yang tegas di mata lawan bicara. Tanpa ketegasan tersbut, maka kita akan mudah dianggap enteng dan rendah oleh mereka.

Saya rasa sudah waktunya bagi perempuan untuk berani bersikap dan menunjukkan eksistensinya dalam ruang public. Jangan ragu untuk terus berlatih mengutarakan apa yang ada dalam pikiran kita dan jangan pernah lelah melatih diri kita kea rah perubahan yang lebih baik.
* WinK’s *

Agustus 20, 2010

Jadi Cewe tu Gampang

Wah...dah lama juga ya gw gk nulis di blog ini..
inipun gw mulai nulis lagi setelah dapet support dari tunangan gw, klo gk kyanya gw gk bakal nonol2 lagi deh di blog ini...
yah moga2 aja gw jd rajin nulis di blog n tulisan gw bs bermanfaat...

ngomong2 ttg manfaat nih, mungkin bagi bbrp org bercerita n membagi kisah hidupnya sendiri adalah hal yang paling ditakutin ato dihindarin, tp klo bagi gw malah kagak. dengan senang hati gw bakal menceritakan kisah hidup gw, krn sapa tau ada yg lg diposisi kaya yg pernah gw alamin kisah hdp gw malah jd inspirasi buat mrk utk bangkit. amiiiiiiiiiinnnnnn...

dari kecil gw selalu menganggap diri gw sebagai cowo, tp gw sadar klo secara fisik gw adlh cewe n bnyk cowo yg berusaha deket ma gw (bukan GR, tp kalian para cewe, gampang kok utk tau klo ada cowo yg sedang perhatiin kmu).. tp dari hari ke hari gw mulai belajar menjadi seorang cewe yg mandiri, tegar n menyenangkan...

ternyata jadi cewe tulen tu gk susah kok, selama kita sadar bahwa kita berbody cewe and mencintai diri kita itu..bakal jd susah klo dikit2 kita gk terima fisik kecewean kita...itu aja dulu deh...lihat - terima - and cintai fisik kita dulu baru mikir yg lainnya. klo kita sndr dah gk bs terima diri kita sendiri, apapun yg kita lakukan bakal gk plong rasanya. klo kita dah bisa mencintai fisik kita, dengan ringan dan sangat mudah kita membawa diri dalam masyarakat karena kita udh PD ama diri sendiri. klo udh PD, apapun yg kita lakukan akan terlihat menarik baik bagi kaum hawa apalagi kaum adam. tp jgn pernah lupa akan karakter kita sebagai seorang individu. tiap individu diciptakan unik dan baik adanya. jgn pernah menjadi seorang "copycat". kamu adalah kamu. kamu adalah individu bebas yang tidak akan pernah bs disamakan dengan orang lain. konsep yg menarik n simple kan?

gw bs "berteori" spt itu krn gw emg ngalamin itu and hsil pengamatan thd kakak gw yg cewe jg...
sekilas cerita, gw ank ke2 dr 3 bersodara. kakak gw cewe, 4 thn lbh tua, tp muka kami kembar, sering bgt tmn2 dia salah ngira gw adalah kakak gw, pdhal dr kepribadian gw ama dia beda bgt. kakak gw feminin abis, sedangkan gw tomboy abis. gr2 perbedaan sekaligus kemiripan itulah yang kemudian membuat gw benci ama diri gw sendiri. gw gk mau disamain ama kakak gw, sehingga gw membentuk citra sebagai cowo biar bnr2 bs berbeda ama dia.

untunglah gw sempet bertemu seseorang yg bs menghargai gw apa adanya n bs bantu gw menyadari diri gw sebagai cewe, n u know what? hal pertama yg membuat dia tertarik adalah fisik gw. gk ush muna, cowo tertarik dengan body. so pas gw tau body gw bs menarik cowo even gw tomboy sekalipun, hal itulah yg gw tanamkan dalam otak gw.

emg sih, kesannya kok jual body doang, bukan otak. tp kunci menarik perhatian cowo pertama kali adalah fisik kita. klo kita dah gk suka ama fisik kita sendiri, gmn mungkin lawan jenis bakal suka ma kita? ya gak? satu lagi, make up bukanlah hal utama yg musti ada di tubuh kita, itu hanya sarana tambahan untuk menonjolkan kelebihan kita.

hal kedua yg perlu diperhatikan sebagai seorang wanita/cewe adalah pengenalan akan karakter pribadi kita. kenali apa yg kita suka, apa yg tidak kita suka, kelebihan dan kekurangan kita dan cobalah terima and menutupi kekurangan tersebut dengan kelebihan kita. gampang kan? tp tetep y gurls, jgn lupakan bahwa kita hidup bermasyarakat, jgn lantas kita gk peduli ama sekitar. ada kalanya kita harus mengadaptasi hal2 yg kita anggap sbg kelebihan dengan lingkungan sekitar, toh demi kita sendiri ini kan?

ok, gw tau tulisan ini bnr2 berantakan, gk terstruktur atopun beralur, yah maklumlah dah lama gw gk bikin tulisan sepanjang ini. ni tulisan murni asal tulis yg ada di otak gw, yg tiba2 nongol yg gw tulis aja..
but dengan penuh kebanggaan, gw bersedia bantu kalian yg mungkin merasa ragu dengan diri kalian sendiri, ato malah cmn butuh temen curhat..dengan senang hati gw memberikan waktu utk diskusi, gratis !!! (ke-PD-an bgt ih ya gw?!)

tp gw serius lho...buat tmn2 yg butuh tmn curhat silakan kontak 0878 3915 2580
service 24 jam non-stop buat kalian, hehehe...